Biofilia

Dalam kajian ekologi terdapat sebuah cabang ilmu yang mempelajari tentang ekspresi, perasaan dan pandangan manusia terhadap alam yang disebut biofilia (Mangunjaya, 2008). Kellert dalam (Mangunjaya, 2008:22) mendefinisikan biofilia sebagai “…kecenderungan manusia menyukai alam sebagai bawaan alamiah manusia dalam berafiliasi melalui proses yang terjadi dengan alam seperti ketergantungannya dengan kehidupan dan benda yang menjadi sumber kehidupan (misalnya, ekosistem) yang semuanya itu merupakan lingkungan yang asli dan bukan buatan manusia…”. Kemudian Kellert mendefinisikan sembilan persepsi biofilia, di antaranya sebagai berikut:

  • Estetika, mereka yang cenderung dengan daya tarik fisik dan keindahan alam.
  • Dominionistis, hasrat menguasai dan mengontrol alam.
  • Humanistis, keterkaitan emosional dengan alam.
  • Naturalistik, eksplorasi dan menemukan sesuatu di alam.
  • Negatif, takut dan menjauh dari alam.
  • Moralitis, hubungan moral dan spiritual dengan alam.
  • Saintifik, sifat ingin mengetahui dan memahami tentang alam.
  • Simbolistik, alam sebagai sumber komunikasi dan imajinasi.
  • Ulititarian, alam sebagai sumber untuk mendapatkan fisik dan materi.

Mangunjaya, Fachruddin M. 2008. Bertahan di Bumi, Gaya Hidup Menghadapi Perubahan Iklim. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s